Saturday, January 21, 2012

MODULUS ELASTISITAS

TUJUAN
Adapun tujuan dari percobaan kami tentang Modulus Elastisitas pada eksperimen rambut ini adalah sebagai berikut :
·         Untuk mengetahui berapa regangan dari objek yang di ukur (rambut)
·         Untuk mengetahui berapa gaya yang dibutuhkan untuk meregangkan objek
·         Un tuk mengetahui berapa kekuatan yang dimiliki oleh objek untuk meregang
·         Untuk mengetahui berapa tegangan dari objek yang di ukur
    II.            Bahan dan Metoda
2.1  Alat dan Bahan
Bahan – bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah beberapa helai rambut
Sedangkan alat yang dibutuhkan adalah :
1.      Force guage
2.      Mistar
3.      Stopwatch
4.      Mikrometer
5.      Alat – alat tulis
2.2  Metoda
Adapun metoda yang digunakan dalam mengukur Modulus Elastifitas ini yaitu menggunakan alat bantu yaitu Force Guege, dimana dengan menggunakan alat ini kita dapat mengetahui berapa besar gaya yang didapatkan dari beban yang telah di tentukan. Langkah atau tahapan dari pengukuran ini adalah :
1.      Ukur terlebih dahulu panjang awal rambut menggunakan mistar, ukur juga diameter rambut menggunakan mikrometer
2.      Sambungkan ujung rambut pada Force guage,ikat dengan kuat
3.      Sambungkan massa atau beban yang telah di tentukan pada ujung rambut yang lain (usahakan rambut tidak langsung tertarik dengan beban)
4.      Setelah semua terikat dengan kuat, biarkan beban menarik rambut
5.      Kemudian ukur waktunya menggunakan stopwatch
6.      Pada waktu ke 30 detik ukur regangan yang terjadi pada rambut menggunakan mistar
7.      Lihat juga gaya yang tertera pada layar Force guage

 III.            Tinjauan Pustaka
Setiap orang memiliki ketebalan rambut yang berbeda. Rambut yang tebal berasal dari folikel yang besar, sedangkan rambut yang tipis memiliki folikel yang kecil.Tekstur rambut seseorang, entah lurus, ikal, atau keriting, ditentukan oleh bentuk lubang folikel di permukaan kulit dan penyebaran keratin.
Pada dasarnya modulus elastisitas ini berhubungan dengan regangan, tegangan, gaya dan keelastisan suatu benda. Kebanyakan benda adalah elastis sampai ke suatu gaya yang tertentu besarnya, dinamakan batas elastis. Jika gaya yang dikerjakan/diberikan pada benda lebih kecil dari batas elastisnya, benda akan kembali ke bentuk semula jika gaya dihilangkan. Tetapi jika gaya yang diberikan melampui batas elastis, benda tak akian kembali ke bentuk semula, melainkan secara permanen berubah bentuk Modulus Elastisitas beberapa zat
1.      Keelastisan
           
Sifat elastis atau elastisitas adalah kemampuan suatu benda untuk kembali ke bentuk awalnya segera setelah gaya luar yang diberikan kepada benda itu dihilangkan. Sedangkan benda yang tidak elastis adalah benda yang tidak kembali ke bentuk awalnya saat gaya dilepaskan
2.      Tegangan
           Tegangan didefinisikan sebagai hasil bagi antara gaya tarik F yang dialami kawat dengan luas penampangnya (A) atau bisa juga didefinisikan sebaghai gaya per satuan luas. Tegangan merupakan sebuah besaran skalar dan memiliki satuan N/m² atau Pascal (Pa).
3.      Regangan
Regangan didefinisikan sebagai hasil bagi antara pertambahan panjang ∆L dengan panjang awalnya L. Atau perbandingan perubahan panjang dengan panjang awal. Karena pertambahan panjang ∆L dan panjang awal L adalah besaran yang sama, maka regangan e tidak memiliki satuan atau dimensi

Percobaan yang dilakukan pada dasarnya adalah untuk mengetahui hubungan kuantitatif antara gaya yang dikerjakan pada rambut dengan pertambahan panjangnya. Setiap panjang rambut ketika diberi gaya tarik dengan panjang awalnya disebut pertambahan panjang. Jika dibuat grafik gaya tarik terhadap perubahan panjang, maka akan anda dapatkan grafik membentuk sebuah garis linier.
Hukum Hooke sendiri berbunyi, “Jika gaya tarik tidak melampui batas elastis benda, maka pertambahan panjang benda berbanding lurus (sebanding) dengan gaya tariknya”. Pernyataan ini dikemukakan oleh Robert Hooke, seorang arsitek yang ditugaskan membangun kembali gedung-gedung di London yang mengalami kebakaran pada tahun 1666. Oleh karena itu, pernyataan ini dikenal sebagai Hukum Hooke. Hukum Hooke dirumuskan sebagai berikut:
F= k/x.
 IV.            Hasil Eksperimaen

Beban 50 gram

  Banyak Rambut
Diameter
Panjang awal
Waktu
Gaya
Regangan
Tegangan

1 rambut
0,1 mm
24.7 cm
0"
0,3
0.29 cm
0.77




30"
0,4
0.41 cm
0.96




1'
-
putus di detik 50
-

2 rambut
0,2 mm
4.5 cm
0''
0.4
0.2 cm
1.42




30"
0.4
0 cm
1.42




1'
0.4
0 cm
1.42

3 rambut
0,3 mm
5.1 cm
0"
0.3
0.03 cm
0.42




30"
0.4
0cm
0.55




1'
0.4
0cm
0.55













Beban 100 gram





Tegangan
Banyak rambut
Diameter
Panjang awal
Waktu
Gaya
Regangan
-

1 rambut
0,1mm
16 cm
0"
-
putus
-

2 rambt
0,2mm
15 cm
0"
-
putus
0.832

3 rambut
0,3mm
8,5 cm
0"
2
0.03 cm
-




30"
-
putus










Beban 200 gram





Tegangan
Banyak Rambut
Diameter
Panjang awal
Waktu
Gaya
Regangan
-

1 rambut
0,1 mm
11 cm
0"
-
putus
-

2 rambut
0,2 mm
10 cm
0"
-
putus
0.98

3 rambut
0,3 mm
9 cm
0"
5
0.6 cm
0.98




30"
5
0 cm
-




1'
-
putus di detik 58



    V.            Kesimpulan
Dari hasil percobaan modulus elastisitas ini didapat kesimpulan antara lain:
1.      Modulus Elastisitas meruipakan perbandingan antara tegangan tarik dan regangan tarik.
2.      Batas Elastisistas adalah batas dimana suatu benda masih dapat kembali ke bentuk semula jika gaya yang diberikan pada benda tersebut dihilangkan.          
3.      Benda elastis adalah benda yang kembali ke bentuk semula bila gaya dihilangkan.
4.      Gaya yang diberikan berbanding lurus dengan perubahan panjang dan dapat dirumuskan dengan persamaan F = k / x
5.      Bila gaya yang diberikan pada benda melampui batas kekuatan benda, benda akan patah.
6.      Ukuran benda berpengaruh pada Elastisitas.

No comments:

Post a Comment